The translation is temporarily closed for contributions due to maintenance, please come back later.
English Indonesian
In the `Device(s)` section on the right side of the screen, you can see that the partition has been assigned to several physical disks. Click the `Modify` button to configure on which drives this partition will be created. Di bagian `Peranti` di sisi kanan layar, Anda dapat melihat bahwa partisi telah ditetapkan ke satu atau beberapa disk fisik. Klik tombol `Ubah` untuk mengonfigurasi pada drive mana partisi ini akan dibuat.
In the new dialog window, specify a mount point for which you want to create a separate software RAID partition - for example, `/`. Optionally, specify a size for the new partition using standard units such as MB or GB (for example, `50GB`). Then, click `Add mount point` to add the mount point and return to the main partitioning screen. Di jendela dialog baru, tentukan titik kait yang ingin Anda buat partisi RAID perangkat lunak terpisah - misalnya, `/`. Opsional, tentukan ukuran partisi menggunakan unit standar seperti MB atau GB (misalnya, `50GB`). Kemudian, klik `Tambahkan titik kait` untuk menambahkan titik kait dan kembali ke layar partisi utama.
When creating a mount point for swap on software RAID, specify the mount point as `swap`. Saat membuat titik kait untuk swap pada RAID perangkat lunak, tentukan titik kait sebagai `swap`.
Repeat this procedure for any additional standard partitions with software RAID you want to create. Ulangi prosedur ini untuk setiap partisi standar tambahan dengan RAID perangkat lunak yang ingin Anda buat.